GAPURA MAJAPAHIT

   

ASAL USUL PINTU GERBANG MAJAPAHIT

Raden Bambang Kebo Nyabrang adalah anak Sunan Muria yang tidak diakui karena sejak kecil diasuh oleh kakeknya. Sebagai syarat agar diakui sebagai anak Sunan Muria, maka Sunan Muria menyuruh Kebo Nyabrang membawa pintu gerbang majapahit dari Mojokerto menuju Gunung Muria dalam satu malam. Di lain tempat tepatnya di padepokan Sunan Ngerang, salah satu muridnya bernama Raden Ronggo ingin mempersunting putri Sunan Ngerang yang bernama Roro Pujiwat. Dia mau diperistri dengan syarat Raden Ronggo memboyong pintu gerbang majapahit ke padepokan. Raden Ronggo kecewa karena pintu gerbang majapahit telah dibawa oleh Kebo Nyabrang ke Gunung Muria. Raden Ronggo mengejar Kebo Nyabrang ntuk meminta pintu itu tetapi tidak diberikan, lalu timbulah peperangan. Sunan Muria mendengar peperangan itu lalu turun ke tempat kedua orang bertarung tersebut. Lalu Sunan Muria berkata “Wis Padha Lerena Sak Kloron Padha Bandhole” berhentilah kedua orang tersebut bertarung, hingga sekarang tempat tersebut dinamai Dukuh Rondhole (sak kloron padha bandhole). Sunan Muria pun mengakui Raden Kebo Nyabrang menjadi anaknya dan beliau menyuruh untuk menjadi penjaga pintu gerbang majapahit.

Hingga saat ini Pintu Gerbang Majapahit dilindungi UU RI No. 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya

Lokasi : Dukuh Rendole RT 03 / RW 01 Desa Muktiharjo Kec. Margorejo Kab. Pati Jawa Tengah